Statistika: Uji t … seperti apa sih?

Dalam Statitika, uji t adalah salah satu alat uji yang termasuk uji beda, karena uji t ini digunakan untuk mencari ada/tidaknya perbedaan antara dua means dari dua sample/kelompok/kategori data.

Uji t termasuk kelompok uji parametrik, yaitu kelompok uji statistika yang memerlukan persyaratan tertentu agar memberikan hasil yang baik, dalam hal ini terkait asumsi distribusi data. Uji parametrik mensyaratkan distribusi data yang diuji berdistribusi normal. Oleh karenanya, ketika kita ingin menggunakan uji t, maka sebelumnya variabel yang diujikan (yang bertipe interval/rasio) harus berdistribusi normal (biasanya menggunakan alat uji one sample kolmogorov-smirnov).

Berikut merupakan jenis-jenis uji t:

  1. one-sample t-test (uji t satu sampel)
  2. paired-sample t test (uji t sampel berpasangan)
  3. independent-sample t test (uji t sampel independen).

1) one-sample t test (uji t satu sampel)

  • Digunakan untuk membandingkan antara sekelompok data yang berasal dari 1 sampel/kelompok dengan 1 nilai acuan/referensi/dugaan. Jadi data sampel dibandingkan dengan 1 angka (makanya satu sampel).
  • Cukup 1 variabel bertipe interval/rasio karena 1 lagi berupa angka acuan.
  • Contoh: ingin menguji apakah rata-rata nilai mata kuliah fisika dasar mahasiswa semester 1 lebih besar atau sama dengan 70. (variabel: nilai MK fisika dasar, nilai acuan: 70).

2) paired-sample t test (uji t sampel berpasangan)

  • Digunakan untuk membandingkan rata-rata (mean) dari dua kumpulan data yang ada dimana kedua kumpulan data tersebut berasal dari 1 kelompok obyek/responden yang sama. Hal ini dimungkinkan karena misalnya pengukuran dilakukan pada waktu yag berbeda namun obyek/respondennya tetap sama, sehingga memiliki 2 kelompok data; atau dilakukan pengukuran yang berbeda karena adanya perlakuan pada obyek/responden tersebut.
  • Akan ada kumpulan data sebelum dan sesudah perlakuan/waktu yang berbeda.
  • Variabel: ada 2 variabel (keduanya interval/rasio), variabel 1 (sebelum perlakuan atau waktu pengukuran ke-1) dan variabel 2 (setelah perlakuan/waktu pengukuran ke-2)
  • Contoh: sebuah perusahaan pupuk ingin menguji apakah pupuk yang dibuat mampu meningkatkan produksi buah cabai. (untuk riset ini diperlukan pengukuran produksi buah cabai sebelum diberi pupuk dan produksi buah cabai setelah diberi pupuk, kemudian kedua data ini dibandingkan; kedua data tentu diambil atau diukur pada waktu yang berbeda, karena kelompok pohon cabai yang diukur adalah kelompok pohon cabai yang sama).

3) independent-sample t test (uji t sampel independen)

  • Digunakan untuk membandingkan rata-rata (mean) dari dua kelompok data yang berbeda satu sama lain. Jadi benar-benar memiliki 2 sampel/kelompok obyek/responden.
  • Variabel: ada 2 variabel (1 bertipe interval/rasio dan 1 lagi bertipe nominal). Variabel bertipe interval/rasio untuk menampung data yang akan dibandingkan, sedang variabel bertipe nominal untuk menampung jenis/kelompok sampelnya.
  • Contoh: seorang walikota menanggap pembangunan ekonomi masyarakatnya lebih baik daripada masyrakat kota lain disekitarnya. Maka diukurlah sekelompok masyarakat kota tersebut dan sekelompok masyarakat kota tetangga sebagai pembanding. Maka akan ada 2 data yang bersumber dari masyarakat yang berbeda; akan ada 2 variabel, variabel #1: income masyarakat, variabel #2: jenis kota (1->kota ybs, 2-> kota tetangga)).

Demikian, semoga membantu…

Advertisements
Categories: Statistika | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Statistika: Uji t … seperti apa sih?

  1. Numpang tanya!
    Jika ada kasus: Seorang makelar tanah menyuruh dua anak buahnya (Adi dan Budi) untuk mengukur luas tanah. Dalam laporan yang diterima si makelar, luas tanah hasil pengukuran Adi dan Budi berbeda untuk tiap lokasi tanah.
    Standar/uji statistika apa saja yang dapat digunakan untuk menyatakan bahwa hasil pengukuran Adi dan Budi berbeda signifikan atau berbeda namun tidak signifikan?

    Data yang dihasilkan dimisalkan:
    Lokasi 1: Adi (5625), Budi (5645)
    Lokasi 2: Adi (11250), Budi (11291)
    Lokasi 3: Adi (16875), Budi (16935)
    Lokasi 4: Adi (22498), Budi (22578)
    Lokasi 5: Adi (28120), Budi (28221)
    Lokasi 6: Adi (33742), Budi (33863)
    Lokasi 7: Adi (39364), Budi (39505)
    Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa jika ada tambahan data (lokasi ke 8, 9, 10 dst), hasil pengukurannya bisa kecil sekali (misalnya Adi dan Budi mengukur tanah kamar kos) atau besar sekali (ngukur tanah pejabat).

    Like

  2. adiwjj

    Kasus ini adalah kasus uji beda, karena ingin mencari perbedaan hasil pengukuran dari obyek tanah yang sama. Karena satu obyek mendapatkan dua perlakuan yang beda (adanya 2 orang yang mengukur tanah yg sama), maka kita bisa menggunakan alat uji statistik sbb:
    1. Uji t sample berpasangan (paired sample t-test)
    2. Uji wilcoxon.
    Kita pilih nomor 1 jika data berdistribusi normal, sebaliknya kita pilih nomor 2 jika data tdk berdistribusi normal.
    Demikian, terima kasih.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: